Thursday, October 21

Vino G Bastian: Indonesia Kekurangan Setia

VIVA   –  Industri perfilman Indonesia tetap melaju. Banyak film-film Tanah Minuman yang berhasil masuk pasar global bahkan memenangkan penghargaan dari festival film global yang bergengsi.

Sayangnya, menurut aktor Vino G Bastian, ada satu kejelekan yang sangat terasa dari industri film saat ini. Vino melihat tidak ada regenerasi penulis film.  

“Kita kenistaan banget penulis script . Aktor ada regenerasi, kita berharap ada regenerasi di penulis, ” kata Vino saat bertemu pers secara virtual, Senin, 14 Desember 2020.

Diakui Vino, menulis tulisan film memang tidak mudah semacam yang dilihat. Premis bagus belum tentu pengembangan ceritanya juga hendak menarik.

Kesulitan tersebut juga yang menjadi salah satu alasan Vino belum terjun jadi penulis naskah. Ia hanya pernah membantu penulisan beberapa film.

Untuk itu, acara Star Script Hunt digelar. Acara itu digelar Falcon Pictures untuk mencari script hidup dengan ide segar. Kali ini juga ada 8 aktor yang siap menjadi juri.  

Mereka merupakan, Vino Bastian, Onad, Bryan Domani, Adipati Dolken, Mawar De Jongh, Salshabila Adriani, Aurora Ribero dan Baby Tsabina.

Nantinya mereka akan memilih naskah terkemuka versi mereka. Selain itu, para juri akan membintangi naskah yang mereka pilih.  

Secara personal, Vino lebih kerap naskah yang berhubungan dengan suku. Namun hal itu juga tak berarti film itu akan bergenre drama.  

“Kalau saya lebih senang dengan cerita hubungan anak dengan orang tua. Tapi, itu tidak selalu pelaku, ” kata Vino G Bastian.

Ajang ini bakal berlangsung selama 3 bulan, berangkat 14 Desember 2020 sampai 14 Maret 2021. Selain script -nya  akan dijadikan film, pemenang akan mendapatkan derma uang sebesar Rp50 juta.